Minggu, 15 November 2015

Tugas Softskill 2 (semester 5)

Rangkaian Penghemat Listrik

Rangkaian Penghemat Listrik adalah suatu rangkaian yang dibuat atau dirancang dengan tujuan untuk menghemat penggunaan daya pada alat elektronik. Rangkaian ini sering digunakan dalam pembuatan inverator dan stabilizer. Produk – Produk tersebut memiliki rancangan yang akan memanipulasi dan mengatur pemakaian listrik untuk menjalankan perangkat elektronik. Peralatan atau perangkat elektonik tersebut pun bisa bermacam – macam seperti TV, Oven Microwave,Komputer dan masih banyak lagi. Rangkaian yang diaplikasikan dengan metode yang sedemikian rupa ini juga bersifat fleksibel karena dapat pula diterapkan dalam perancangan rangkaian listrik di perumahan.

Gambar Skema Rangkaian Penghemat Listrik

Rangkain Penghemat Listrik telah berkembang dengan pesat. Alat yang diproduksi dengan memakai rangkaian yang menarik ini pun kian banyak diproduksi secara masal oleh perusahaan – perusahaan elektronik. Selain itu alat ini juga biasa dibuat secara pribadi atau biasa disebut homemade. Prinsip kerja rangkaian ini adalah dengan cara mengantisipasi lonjakan arus yang terjadi saat kita menyalakan atau mengaktifkan penyaluran listrik. Metode yang digunakan untuk mengantisipasi lonjakan terdebut sebenarnya cukup simple yaitu dengan menggunakan kapasitor untuk menyimpan arus sementara. Dengan demikian penyaringan terhadap aliran arus akan terjadi. Hal inilah yang membuat pemakaian daya dapat di hemat. Cara ini sangat bermanfaat terutama untuk menghemat adanya energy yang tebuang dengan sia – sia. Filter atau penyaringan oleh kapasitor bersifat semi atau tidak menyaring sepenuhnya arus yang lewat.
Rangkaian Penghemat Listrik akan bekerja secara optimal jika komponen yang digunakan terutama kapasitor dapat berfungsi secara efektif dan efisien. Kedua hal tersebut dapat dicapai dengan menggunakan kapasitor yang memiliki spesifikasi tertentu sesuai besarnya paket atau pasokan listrik yang anda terima. Selain itu kapasitor juga bias di cor dalam pipa berisi semen agar daya panasnya dapat terbuang dengan baik dan benar. Membuat perangkat dengan rangkaian untuk menghemat listrik secara pribadi tentunya akan menciptakan spesifikasi yang sesuai dan kualitas yang bias jadi lebih baik dari pada produk yang dijual dipasaran secara bebas.

Di antara alat-alat rumah tangga yang biasanya membutuhkan atau memerlukan daya besar adalah alat yang bisa menimbulkan panas seperti sertrika listrik, magiccom, magicjar, hairdrayer dll, dan juga alat yang memakai motor seperti mixer, mesin cuci, blender, kipas angin, dll.

Nah, dengan menanggapi permasalahan di atas kita harus bisa menghemat penggunaan listrik dengan menggunakan alat penghemat listrik, alat ini mampu menghemat daya listrik bulanan hingga 25%-30%, lumayan kan dengan begitu tarif listrik dengan signifikan juga akan hemat biaya bulanan.

Mari kita pelajari serta pahami untuk pembuatan alat penghemat listrik ini. Tapi sebelum kita praktekan pembuatannya kita siapkan dulu untuk komponen-komponennya.


·         1 Box power supply sekitar Rp. 90.000
·         1 Kabel jack listrik sekitar Rp. 20.000
·         1 Sekring 5Ampere sekitar Rp. 5.000
·         1 Capasitor non polar 47 Uf / 450VAC sekitar Rp. 12.000

Jadi total yang harus kita keluarkan jika ingin membuat alat penghemat listrik dirumah cukup dengan mengeluarkan uang sekitar  Rp. 127.000, dan Rangkai semua komponen seperti skema di atas kemudian bila sudah jadi masukan atau tempatkan dalam box power supply agar lebih aman semua komponen dalam box power supply cor dengan semen putih terkecuali lampu indikator.



Rabu, 14 Oktober 2015

Tugas Softskill 1 Semester 5 (Claudia Devi S 11413950)

Pengertian Arus Kas (Cash Flow)
Kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.
Menurut PSAK No.2 (2002 :5) Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).

Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :

1. Cash inflow
Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:
•    Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.
•    Penagihan piutang dari penjualan kredit.
•    Penjualan aktiva tetap yang ada.
•    Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
•    Pinjaman/hutang dari pihak lain.
•    Penerimaan sewa dan pendapatan lain.

2. Cash out flow

Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari :
•    Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
•    Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
•    Pembelian aktiva tetap.
•    Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
•    Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
•    Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.
Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Menurut PSAK No.2 (2002:9) Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu:
-      Pertama, fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal



-      Kedua, fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
-      Ketiga,capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang.

KETERBATASAN
Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain;
a.       Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
b.      Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel
c.       Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya.

MANFAAT
Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya:
a.       Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
b.      Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
c.       Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial.
d.      Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN
Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
1.      Menentukan minimum kas
2.      Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
3.      Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
4.      Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.

Contoh Soal:
1.      PT. WAHID menjual barang secara kredit selama 3 bulan. Pada Accrual Basis, penjualan dicatat pada saat barang dijual, sedangkan pada Cash Basis, penjualan baru dicatat setelah uang diterima beberapa waktu kemudian.
Dalam menyusun Cash Flow kita tidak memperhitungkan biaya-biaya non kas (Non-cash Charges) seperti depresiasi dan amortisasi. Yang diperhatikan adalah transaksi tunai saja. Dengan demikian, akibat adanya beberapa perbedaan pencatatan, dalam bentuk jumlah Laba Bersih (Net Profit) yang ditunjukkan dalam Income Statement sama dengan jumlah uang tunai yang dimiliki perusahaan tersebut.
Jawab :
PT. WAHID memiliki sistem penjualan dan pembelian yang dilakukan secara tunai. Income Statement per akhir tahun adalah sebagai berikut:
Penjualan Bersih                                 :           Rp. 1.000
Harga Pokok Penjualan                       :           Rp.    800 (-)
Laba Kotor                                          :           Rp.    200
Biaya Operasional
- Gaji/Bonus      : Rp. 50
- Lain-lain          : Rp. 40
- Depresiasi        : Rp. 20 (+)
Rp.    110 (-)
Laba Bersih Operasional                                Rp.      90
Pajak Penghasilan 30 %                                  Rp.      30 (-)
Laba Bersih Setelah Pajak                              Rp.      60

Dalam perhitungan Cash Flow, kita tidak memperhitungkan biaya depresiasi sebagai biaya karena depresiasi merupakan biaya non-kas. Dengan demikian, dari perhitungan Rugi/Laba diatas, Cash Flow yang sebenarnya adalah sebagai berikut:
Laba Bersih                 : Rp.   60
Depresiasi                    : Rp.   40 (+)
Cash flow                    : Rp  100
Cash Flow dapat disusun dengan periode (interval) per tahun, per bulan, bahkan per hari. Tentu saja semakin pendek interval yang dipakai, hasil penyusunan akan memiliki ketepatan yang lebih tinggi. Untuk Bank, umumnya kita menggunakan interval bulanan atau tahunan.
2.      Perusahaan mempertimbangkan penambahan suatu alat pada mesin produksi guna mengurangi biaya pengeluaran, yakni penambahan alat A dan penambahan alat B. Kedua alat tersebut masing-masing $1.000 dan mempunyai umur efektif 5 tahun dengan tanpa nilai sisa. Pengurangan biaya dengan penambahan Alat A adalah $300 per tahun. Pengurangan biaya dengan penambahan alat B $400 pada tahun pertaman dan menurun $50 setiap tahunnya. Dengan i=7% alat mana yang dipilih?

Penyelesaian:

Harga masing-masing alat A dan B sama, sehingga tidak menjadi pertimbangan. Cashflow masing-masing alat :


PW benefit of A = 300 (P/A,7%,5) = 300 (4,100) = $ 1.230
PW benefit of B = 400 (P/A,7%,5) – 50 (P/G,7%,5) = 400 (4,100) – 50 (7,647) = $ 1.25


Alat B menghasilkan benefit yang lebih besar sehingga untuk selama 5 tahun menjadi alternatif yang menguntungkan, bahkan di tahun pertama dan kedua menghasilkan return yang lebih besar dari alat A.

3.      Setiap bulan kita menabung dibank sebesar 250.000, saldo awal tabungan kita adalah 10.000.000, bunga bank pertahun 6%, dengan asumsi tidak ada potongan bunga dan biaya administrasi, berapa uang yang akan kita dapat 20 tahun yang akan datang?, dengan menggunakan fungsi fv(), masukkan nilai untuk parameter-parameter yang ada sebagai berikut :
·         Rate = 6%/12, dibagi 12 karena angsuran 250.000 dilakukan perbulan
·         Nper = 20×12 = 240, dikali 12 karena angsuran dilakukan per bulan
·         Pmt = -250000, nilai yang ditabungkan setiap bulan, minus sebagai tanda cashflow kita mengeluarkan uang
·         Pv = -50000000, minus sebagai tanda cashflow bahwa kita mengeluarkan uang
·         Type = 0
Dari masukan diatas maka akan didapat nilai 148,612,268.55
Yang perlu diperhatikan dalam penggunakan fungsi fv() adalah satuan untuk parameter rate, nper dan pmt haruslah sama, jika satuannya bulan maka harus bulan semua, jika ada yang bersatuan tahun maka harus dikonversi ke satuan bulan.



Kamis, 11 Juni 2015

Tugas Softskill semester 4

TUGAS SOFTSKILL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini
Nama               : Claudia Devi Safitri
NPM               : 11413950
Kelas               : 2IB01
Menyatakan bahwa, makalah saya yang berjudul “ETIKA DALAM BERGAUL DENGAN TEMAN SEBAYA” sudah memenuhi jumlah kata sejumlah 2235 kata dan tugas ini bukan hasil plagiat.

                                                                                                               Jakarta, 12 Juni 2015

                                                                                                                Claudia Devi Safitri











BAB 1 PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Teman sebaya adalah orang-orang seumuran dengan kita dan kelompok sosialnya, seperti teman sekolah atau mungkin teman sekerja atau tetangga membina hubungan yang baik antar sesama teman merupakan suatu hal yang penting dilakukan oleh setiap orang. Begitu pentingnya membina hubungan yang baik ini, karena kita merupakan makhluk sosial yang tidak mungkin dapat dan mampu hidup sendirian tanpa bantuan orang lain
Namun dalam menjaga hubungan pertemanan apalagi pertemanan atau bergaul dengan teman sebaya terdapat banyak kejadian atau permasalahan yang muncul dalam hubungan pertemanan atau persahabatan, bahkan hal tersebut bisa berujung pada hubungan yang tidak hamonis lagi. Sekalipun diantara mereka telah terjalin hubungan yang sangat dekat dan mungkin sudah terjalin begitu lama.
Mungkin dalam benak sebagian orang hal tersebut adalah hal yang wajar,tetapi tanpa kita sadari sebenarnya hal tersebut disebabkan karena manusia pada dasarnya memiliki rasa egoisme yang tinggi.Dalam beberapa kasus, retaknya hubungan persahabatan atau pertemanan  dengan teman sebaya di picu oleh rasa egois. Perasaan ini tidak memandang status sosial, dia akan merasuki setiap hubungan yang dijalin oleh setiap manusia baik hubungan secara individu maupun kelompok.

1.2.Rumusan Masalah
-          Apakah Etika bergaul dengan teman sebaya itu ?
-          Mengapa Etika bergaul dengan teman sebaya harus diperhatikan ?
-          Apa yang harus diperhatikan dalam etika bergaul dengan teman sebaya ?

1.3.Tujuan Penulisan
-          Mengetahui arti dari etika bergaul dengan teman sebaya
-          Mengetahui alasan pentingnya etika bergaul dengan teman sebaya
-          Mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan dalam etika bergaul dengan teman sebaya


BAB 2 PEMBAHASAN
2.1.Pengertian Etika
Etika pergaulan yaitu sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain. Etika adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan. Kita semua manusia disebut sebagai makhluk sosial dan makhluk individu.
Jadi kita semua walaupun mementingkan dan mendahulukan kebutuhan secara pribadi tetap membutuhkan dan memerlukan orang lain, untuk mengantar ketujuan yang kita butuhkan. Agar terjadi hubungan yang harmonis maka kita perlu pembinaan dari sekarang ini sehingga nantinya tercipta hubungan yang selaras, serasi dan seimbang jauh dari pertentangan dan permusuhan yang dinilai dari masyarakat.
Bergaul yang dengan teman sebaya adalah bergaul  dari hati dengan penuh keihlasan terhadap teman sebaya. Bergaul dengan teman sebaya  dengan penuh rekayasa dan kebohongan demi kepentingan salah satu orang  yang bernilai rendah tidak akan pernah ‘langgeng’ dan cenderung akan menimbulkan masalah. Bergaul dengan sebaya yang baik dengan kita akan membuat kita tentram dan nyaman. Kita tidak akan dihantui dengan perasaan tidak enak dan tidak ada rasa takut kehilangan teman sebaya kita.
Apalagi jika kita bergaul dengan teman sebaya  yang sering menyakiti hati, baik secara lisan maupun sikap atau perbuatan. Maka kita tidak akan pernah tenang dan senang bergaul dengan teman sebaya kita dan berdekatan dengan orang tersebut. Bahkan nantinya kita cenderung menghindari mereka. Hal ini juga berlaku bagi kita, jika kita dianggap merugikan sehingga sejak awal pun dengan teman sebaya maka mereka juga akan menghindari diri kita.
2.2.Ada beberapa cara untuk Membina hubungan yang baik (Pergaulan) dengan sesama teman, antara lain:
1.      Belajar menghargai
Pada dasarnya semua orang ingin dihargai, tidak peduli apakah ia orang berpangkat atau tidak, orang miskin atau kaya, sesama agama atau tidak seagama, sesama suku atau tidak sesama suku, lebih tua atau lebih muda dari kita, semuanya ingin dihargai sesuai dengan etika nya. Namun sayangnya, banyak orang dikalangan kita yang tidak mau menghargai orang lain terlebih dengan teman sebaya kita dan mengganggap sepele hal ini. Padahal menghargai orang lain berarti memberikan sesuatu yang besar nilainya Karena dengan kita menghargai orang lain diri kita sendiri pun akan kembali menerima hasilnya yang tentu nya orang lain juga akan kembali menghargai diri kita.
Misalnya saja menghargai pendapat orang lain. Beda pendapat dengan teman sabaya sering terjadi dikalangan remaja dan tidak heran itu dapat memicu sebuah pertengkaran dari sebuah pertemanan. Hal inilah yang sangat penting dilakukan dalam membina hubungan yang baik. Kalau kita tidak mau menghargai orang lain, jangan berharap orang lain akan mau menghargai kita.
2.      Belajar menghormati
Setiap orang selalu ingin dihormati. Oleh karena itu, janganlah kita menghormati orang lain karena ia kebetulan punya pangkat atau kedudukan. Kita perlu menghormati orang bahkan orang yang sebaya dengan kita, bila kita melihat orang lain tersebut melakukan sesuatu yang baik tentunya kita harus bisa menghormati apa yang sudah mereka lakukan. Dengan kata lain, ciptakan suasana saling menghormati di antara kita.
3.      Mempunyai sikap mau mengerti
Sikap mau mengerti keadaan orang lain pada dasarnya merupakan perbuatan sangat terpuji. Sebab, jika orang mempunyai sikap mau mengerti keadaan orang lain ini membutuhkan kesadaran yang harus ditumbuhkan dari dalam hati nurani yang terdalam. Oleh karena itu dalam membina hubungan yang baik, sudah seharusnya kita mau mengerti keadaan orang lain tanpa pandang bulu. Artinya kita harus menghindari sikap acuh tak acuh atau tidak peduli terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita.
Terkadang sifat manusia yang cenderung egois dan tidak mau memikirkan perasaan orang lain inilah yang sring membuat hancur sebuat pertemanan atau persahabatan. Karena tingkat keegoisan yang tinggi dan sifat yang tidak mau mengalah inilah yang harus kita hilangkan dan coba untuk mengerti sifat dari setiap orang atau setiap teman yang bergaul dengan kita agar hubungan yang kita jalin akan selalu berjalan baik.
4.      Mau menberikan pujian
Bila kita melihat teman kita berprestasi dalam suatu bidang apapun karena hasil keras dan jujur, maka sebaiknya kita mau memberikan pujian terhadap teman kita tadi dengan penuh keihklasan. Sebab, pemberian pujian yang sesuai dengan keadaannya, artinya tanpa dibuat-buat, akan memberikan pengaruh positif bagi teman kita, meskipun pujian yang kita berikan itu dalam bentuk sekecil apapun. Oleh karena itu, dalam rangka membina hubungan yang baik antar sesama teman, sebaiknya kita jangan pelit memberikan pujian.
5.      Mau memberikan motivasi
Perjalanan hidup seseorang tidak selamanya berjalan mulus, artinya ada kalanya orang lain mengalami masalah, seperti patah semangat atau putus asa dan lain sebagainya, sehingga orang lain tersebut kehilangan semangat, malas, tidak bergairah. Bila kita mempunyai teman yang mengalami demikian itu, maka sebagai teman yang baik tentunya akan memberikan motivasi (dorongan), sehingga teman kita tadi tumbuh kembali rasa percaya dirinya.
Oleh karena itu dalam membina hubungan yang baik, sebaiknya kita harus pandai-pandai memberikan motivasi, khususnya terhadap teman yang sedang mengalami suatu masalah. Tidak bercanda keterlaluan. Kalau kita bersenda gurau hal hal yang kecil mugkin tidak masalah, tetapi kalau sudah diluar batas, maka hubungan itu bisa langsung retak.
Hal yang dapat menjaga persabahatan adalah menjadi pendengar baik dan saling menghormati satu sama lain. Hormati saran teman dan dengarkan apa yang sahabat ungkapkan, ambil sisi positifnya sebagai kritik yang membangun. Kepribadian yang berbeda antara kita dan sahabat, akan dapat menjadi pelengkap satu sama lain. Tetapi bukan berarti kita harus menceritakan segala hal yang kita alami kepada sahabat. Karena setiap orang tetap memiliki masalah atau urusan pribadi yang tidak dapat mereka ceritakan kepada orang lain sekalipun itu adalah sabahat mereka.
Jangan pernah mengkhianati kepercayaan sahabat kita. Percayalah, ketika kita mengkhianati sebuah persahabatan, maka tidak akan mendapatkan sahabat terbaik lagi. Beri dukungan ketika sahabat kita sukses dan selalu mengagumi prestasinya.
Ketika ada konflik di antara persahabatan dapat diselesaikan dengan saling terbuka satu sama lain. Memaafkan memang tidak gampang, tetapi memaklumi bahwa setiap orang dapat membuat suatu kesalahan dan demi kebaikan dan menjaga persahabatan agar tetap utuh itu lebih baik.
6.       Hindari Penghinaan
Janganlah pernah melakukan hal-hal yang bersifat merendahkan, ejekan, dan penghinaan dalam bentuk apapun terhadap orang lain, baik tentang kepribadiannya, postur tubuhnya, kemampuannya dan keadaan sosialnya. Hal ini akan menimbulkan perasaan sakit hati dan dendam terhadap seseorang. Karena terkadang kita secara tidak langsung kita suka meghina orang lain.
7.      Hindari Ikut Campur Urusan Pribadi
Hindari ikut campur urusan pribadi orang lain yang tidak ada manfaatnya bagi kita.. Karena bila kita terlibat melakukannya, yang muncul hanyalah ketidaksukaan di salah satu pihak. Karena tidak semua orang ingin masalah pribadi nya dicampur tangankan dengan orang lain. Jangan sekali-kali ikut campur masalah orang lain karena akan membuat orang lain merasa tidak  nyaman dengan kita.
8.       Hindari Memotong Pembicaraan
Janganlah suka memotong pembicaraan orang lain, jika hal ini dilakukan dalam bergaul akan berkembang menjadi ketidaksukaan bahkan kebencian dapat bersarang ditubuh seseorang. Karena betapa tidak enaknya bila kita sedang bicara kemudian tiba-tiba dipotong dan disangkal oleh orang lain. Jika hanya sekali atau dua kali mungkin orang lain masih dapat memaklumi hal itu tetapi jika kita sering melakukannya, memotong pembicaraan orang lain akan berakibat buruk juga terhadap pertemanan kita sendiri.
9.      Hindari Membanding-bandingkan
Sedikitpun jangan sekali-kali secara sengaja membanding-bandingkan orang lain, baik itu berupa jasa, kebaikan penampilan, perbuatan, harta dan sebagainya apalagi terhadap teman sebaya kalian. Karena jika orang tersebut mendengar bahwa kita sedang membanding-bandingkan diri nya dan orang lain akan menyebabkan dia merasa dirinya tidak berharga, merasa rendah diri atau sampai terhina.
10.  Jangan membela musuhnya dan mencaci kawannya.
Setiap orang mempunyai kawan yang disukai maupun yang dibenci. Bila membela musuhnya, maka kita akan bergabung dengan musuhnya. Sedangkan apabila kita membenci kawannya maka kita akan dianggap sedang mencaci dirinya. Karena orang itupun akan merasa terhina bila temannya dihina. Sebaiknya bersikaplah netral untuk kebaikan semua pihak. Sementara itu, dalam bergaul seharusnya kita prioritaskan adalah memperbanyak kawan bukan lawan. Menjadi orang yang netral bisa berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan siapa orang lain itu ataupun bagaimana sifat orang lain itu akan membuat diri kita jauh lebih banyak mempunyai teman dari pada orang lain yang memilih-milih teman.
11.  Hindari Merusak Kebahagiaan
Bila seseorang tengah suka cita, gembira dan bahagia jangan sekali-kali kita melakukan tindakan yang merusak kebahagiaan atau kegembiraannya saat itu juga. Cobalah kita ikut untuk meraskaan bagaimana kebahagiaan yang dia rasakan karena itu akan membuat orang lain yang sedang berbahagia menjadi lebih dihargai terhadap temannya sendiri
12.  Jangan Mengungkit masa Lalunya
Janganlah pernah kita mengungkit kesalahan, aib atau kekurangan yang sedang berusaha ditutup-tutupi. Siapa tahu kelemahan di masa lalu sudah terhapus dengan ia bertaubat. Belajarlah untuk selalu bersama-sama memulai lembaran baru yang lebih putih, bersih dan bersemangat untuk mengisi lembaran tersebut dengan kebaikan demi kebaikan. Karena dengan mengungkit masa lalu nya hanya akan membuat orang lain merasa terpojok atau bahkan malu di hadapan orang lain. Dan itu akan berakibat fatal terhadap pertemanan kalian.
13.  Hati-hati dengan amarah
Kemarahan yang tak terkendali dapat menghasilkan kata dan perilaku yang keji, yang akan melukai perasaan orang lain. Hal ini tentunya dapat merusak atau menghancurkan hubungan baik di lingkungan manapun.


14.  Hindari Menertawakan Orang lain.
Sebagian besar sikap menertawakan muncul karena menyaksikan kekurangan orang lain. Sikap, penampilan dan wajah terkadang membuat sebagian orang tertawa karena terlihat lucu dimata mereka. Ingatlah tertawa yang tidak pada tempatnya akan mengundang rasa sakit hati dan merasa terhina. Walaupun kita menertawakan teman sebaya kita tetapi jika tertawa dengan berlebihan sama saja secara tidak langsung kita sudah menghina mereka. Dan itu bisa membuat orang lain merasa tersinggung dengan kita.
2.3.Diantara beberapa unsur etika yang perlu diperhatikan dalam pergaulan dengan teman sebaya itu, adalah:
-          Pilihan teman yang berakhlak baik.
-          Bertemanlah dengan yang memiliki semangat belajar yang tinggi.
-          Kembangkanlah sikap saling membantu, dan memberi saran, dalam kelompok pertemanan anda.
-          Kembangkanlah sikap saling menghormati, dan menghargai diantara kelompok pertemanan anda.
-          Jadikanlah sikap solidaritas semua (buta) di antara teman, seperti solidaritas terhadap teman yang melakukan tawuran.
-          Hindarkan pola perilaku yang melanggar norma agama (tidak normal).
-          Jadikanlah kelompok anda itu sebagai wahana untuk belajar bersama, seperti mendiskusikan pelajaran, tugas-tugas, atau pemecahan masalah-masalah yang dihadapi, baik oleh pribadi masing-masing, maupun oleh bersama.
Manusia dituntut untuk saling berhubungan, mengenal dan membantu. Karena manusia adalah makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan orang lain dalam banyak hal. Manusia tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan dari orang lain disekitar kita. Itulah mengapa kita perlu memperhatikan etika dalam bergaul dengan teman sebaya.
Tetapi bukan hanya dengan teman sebaya, kita juga perlu memperhatikan etika kita terhadap orang yang lebih tua dari kita seperti contoh nya guru atau orang tua dan orang yang lebih muda dari kita contoh nya adik kita. Karena kita harus bisa membedakan etika kita dengan siapa kita bergaul. Kita harus bisa menempatkan diri kita sendiri. Agar tingkah laku kita diterima dan disenangi oleh siapa saja yang bergaul dengan kita.
BAB 3
v  Kesimpulan
Dari apa yang telah kita bahas dalam makalah ini dapat diambil kesimpulan bahwa etika dalam bergaul dengan teman sebaya ataupun dengan orang yang lebih tua dan lebih muda dari kita sangat-sangat harus diperhatikan. Kita harus bisa menempatkan diri, menempatkan etika kita dengan siapa kita bergaul terlebih dengan teman sebaya. Karena kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman sebaya kita contoh nya saja jika sedang berada disekolah atau dikampus yang memang mayoritas nya adalah teman sebaya kita.
Jika kita dapat menempatkan bagaimana kita bergaul dengan orang lain disekitar kita itu dapat memberikan dampak yang positif tentunya bagi diri kita sendiri karena dengan begitu kita dapat memiliki banyak teman dan disukai oleh siapapun yang bergaul dengan kita. Setiap orang pasti ingin memiliki banyak teman bukan? Oleh karena itu belajarlah untuk memperhatikan etika kita mulai dari sekarang, dengan siapa kita bergaul. Etika memang sangat diperlukan karena etika kita dalam bergaul mencerminkan bagaimana diri kita yang sebenarnya.

v  Daftar Pustaka
http://belajarpsikologi.com/tata-krama-dalam-bergaul/
http://belajarpsikologi.com/memelihara-etika-pergaulan/
Yusuf, Syamsu.2009.Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah.Bandung :RIZKI press.
Nurihsan, Juntika.2003.Materi Bimbingan dan Konseling.Bandung:Mutiara

http://blog.uad.ac.id/eytti11001268/etika-pergaulan-dengan-teman-sebaya/