TUGAS
SOFTSKILL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
LEMBAR
PERNYATAAN
Dengan
ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini
Nama :
Claudia Devi Safitri
NPM : 11413950
Kelas : 2IB01
Menyatakan
bahwa, makalah saya yang berjudul “ETIKA DALAM BERGAUL DENGAN TEMAN SEBAYA”
sudah memenuhi jumlah kata sejumlah 2235 kata dan tugas ini bukan hasil
plagiat.
Jakarta,
12 Juni 2015
Claudia
Devi Safitri
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Teman
sebaya adalah orang-orang seumuran dengan kita dan kelompok sosialnya, seperti
teman sekolah atau mungkin teman sekerja atau tetangga membina hubungan yang
baik antar sesama teman merupakan suatu hal yang penting dilakukan oleh setiap
orang. Begitu pentingnya membina hubungan yang baik ini, karena kita merupakan
makhluk sosial yang tidak mungkin dapat dan mampu hidup sendirian tanpa bantuan
orang lain
Namun
dalam menjaga hubungan pertemanan apalagi pertemanan atau bergaul dengan teman
sebaya terdapat banyak kejadian atau permasalahan yang muncul dalam hubungan
pertemanan atau persahabatan, bahkan hal tersebut bisa berujung pada hubungan
yang tidak hamonis lagi. Sekalipun diantara mereka telah terjalin hubungan yang
sangat dekat dan mungkin sudah terjalin begitu lama.
Mungkin
dalam benak sebagian orang hal tersebut adalah hal yang wajar,tetapi tanpa kita
sadari sebenarnya hal tersebut disebabkan karena manusia pada dasarnya
memiliki rasa egoisme yang tinggi.Dalam beberapa kasus, retaknya
hubungan persahabatan atau pertemanan
dengan teman sebaya di picu oleh rasa egois. Perasaan ini tidak
memandang status sosial, dia akan merasuki setiap hubungan yang dijalin oleh
setiap manusia baik hubungan secara individu maupun kelompok.
1.2.Rumusan
Masalah
-
Apakah Etika bergaul dengan teman
sebaya itu ?
-
Mengapa Etika bergaul dengan teman
sebaya harus diperhatikan ?
-
Apa yang harus diperhatikan
dalam etika bergaul dengan teman sebaya ?
1.3.Tujuan
Penulisan
-
Mengetahui arti dari etika bergaul
dengan teman sebaya
-
Mengetahui alasan pentingnya etika
bergaul dengan teman sebaya
-
Mengetahui apa saja yang perlu
diperhatikan dalam etika bergaul dengan teman sebaya
BAB
2 PEMBAHASAN
2.1.Pengertian
Etika
Etika
pergaulan yaitu sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai
dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik
norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain. Etika adalah suatu sikap
seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok
manusia yang beradab dalam pergaulan. Kita semua manusia disebut sebagai
makhluk sosial dan makhluk individu.
Jadi
kita semua walaupun mementingkan dan mendahulukan kebutuhan secara pribadi
tetap membutuhkan dan memerlukan orang lain, untuk mengantar ketujuan yang kita
butuhkan. Agar terjadi hubungan yang harmonis maka kita perlu pembinaan dari
sekarang ini sehingga nantinya tercipta hubungan yang selaras, serasi dan
seimbang jauh dari pertentangan dan permusuhan yang dinilai dari masyarakat.
Bergaul
yang dengan teman sebaya adalah bergaul dari hati dengan penuh
keihlasan terhadap teman sebaya. Bergaul dengan teman sebaya dengan
penuh rekayasa dan kebohongan demi kepentingan salah satu orang yang bernilai rendah tidak akan pernah
‘langgeng’ dan cenderung akan menimbulkan masalah. Bergaul dengan sebaya
yang baik dengan kita akan membuat kita tentram dan nyaman. Kita tidak
akan dihantui dengan perasaan tidak enak dan tidak ada rasa takut kehilangan teman
sebaya kita.
Apalagi
jika kita bergaul dengan teman sebaya
yang sering menyakiti hati, baik secara lisan maupun sikap atau
perbuatan. Maka kita tidak akan pernah tenang dan senang bergaul dengan
teman sebaya kita dan berdekatan dengan orang tersebut. Bahkan nantinya
kita cenderung menghindari mereka. Hal ini juga berlaku bagi kita, jika kita
dianggap merugikan sehingga sejak awal pun dengan teman sebaya maka mereka juga
akan menghindari diri kita.
2.2.Ada
beberapa cara untuk Membina hubungan yang baik (Pergaulan) dengan sesama teman,
antara lain:
1. Belajar
menghargai
Pada
dasarnya semua orang ingin dihargai, tidak peduli apakah ia orang berpangkat
atau tidak, orang miskin atau kaya, sesama agama atau tidak seagama, sesama
suku atau tidak sesama suku, lebih tua atau lebih muda dari kita, semuanya ingin
dihargai sesuai dengan etika nya. Namun sayangnya, banyak orang dikalangan kita
yang tidak mau menghargai orang lain terlebih dengan teman sebaya kita dan
mengganggap sepele hal ini. Padahal menghargai orang lain berarti memberikan
sesuatu yang besar nilainya Karena dengan kita menghargai orang lain diri kita
sendiri pun akan kembali menerima hasilnya yang tentu nya orang lain juga akan
kembali menghargai diri kita.
Misalnya
saja menghargai pendapat orang lain. Beda pendapat dengan teman sabaya sering
terjadi dikalangan remaja dan tidak heran itu dapat memicu sebuah pertengkaran
dari sebuah pertemanan. Hal inilah yang sangat penting dilakukan dalam membina
hubungan yang baik. Kalau kita tidak mau menghargai orang lain, jangan berharap
orang lain akan mau menghargai kita.
2. Belajar
menghormati
Setiap
orang selalu ingin dihormati. Oleh karena itu, janganlah kita menghormati orang
lain karena ia kebetulan punya pangkat atau kedudukan. Kita perlu menghormati
orang bahkan orang yang sebaya dengan kita, bila kita melihat orang lain
tersebut melakukan sesuatu yang baik tentunya kita harus bisa menghormati apa
yang sudah mereka lakukan. Dengan kata lain, ciptakan suasana saling
menghormati di antara kita.
3. Mempunyai
sikap mau mengerti
Sikap
mau mengerti keadaan orang lain pada dasarnya merupakan perbuatan sangat
terpuji. Sebab, jika orang mempunyai sikap mau mengerti keadaan orang lain ini
membutuhkan kesadaran yang harus ditumbuhkan dari dalam hati nurani yang
terdalam. Oleh karena itu dalam membina hubungan yang baik, sudah seharusnya
kita mau mengerti keadaan orang lain tanpa pandang bulu. Artinya kita harus
menghindari sikap acuh tak acuh atau tidak peduli terhadap orang-orang yang ada
di sekitar kita.
Terkadang
sifat manusia yang cenderung egois dan tidak mau memikirkan perasaan orang lain
inilah yang sring membuat hancur sebuat pertemanan atau persahabatan. Karena
tingkat keegoisan yang tinggi dan sifat yang tidak mau mengalah inilah yang
harus kita hilangkan dan coba untuk mengerti sifat dari setiap orang atau
setiap teman yang bergaul dengan kita agar hubungan yang kita jalin akan selalu
berjalan baik.
4. Mau
menberikan pujian
Bila
kita melihat teman kita berprestasi dalam suatu bidang apapun karena hasil
keras dan jujur, maka sebaiknya kita mau memberikan pujian terhadap teman kita
tadi dengan penuh keihklasan. Sebab, pemberian pujian yang sesuai dengan
keadaannya, artinya tanpa dibuat-buat, akan memberikan pengaruh positif bagi
teman kita, meskipun pujian yang kita berikan itu dalam bentuk sekecil apapun.
Oleh karena itu, dalam rangka membina hubungan yang baik antar sesama teman,
sebaiknya kita jangan pelit memberikan pujian.
5. Mau
memberikan motivasi
Perjalanan
hidup seseorang tidak selamanya berjalan mulus, artinya ada kalanya orang lain
mengalami masalah, seperti patah semangat atau putus asa dan lain sebagainya,
sehingga orang lain tersebut kehilangan semangat, malas, tidak bergairah. Bila
kita mempunyai teman yang mengalami demikian itu, maka sebagai teman yang baik
tentunya akan memberikan motivasi (dorongan), sehingga teman kita tadi tumbuh
kembali rasa percaya dirinya.
Oleh
karena itu dalam membina hubungan yang baik, sebaiknya kita harus pandai-pandai
memberikan motivasi, khususnya terhadap teman yang sedang mengalami suatu
masalah. Tidak bercanda keterlaluan. Kalau kita bersenda gurau hal hal yang
kecil mugkin tidak masalah, tetapi kalau sudah diluar batas, maka hubungan itu
bisa langsung retak.
Hal
yang dapat menjaga persabahatan adalah menjadi pendengar baik dan saling
menghormati satu sama lain. Hormati saran teman dan dengarkan apa yang sahabat
ungkapkan, ambil sisi positifnya sebagai kritik yang membangun. Kepribadian
yang berbeda antara kita dan sahabat, akan dapat menjadi pelengkap satu sama
lain. Tetapi bukan berarti kita harus menceritakan segala hal yang kita alami
kepada sahabat. Karena setiap orang tetap memiliki masalah atau urusan pribadi
yang tidak dapat mereka ceritakan kepada orang lain sekalipun itu adalah sabahat
mereka.
Jangan
pernah mengkhianati kepercayaan sahabat kita. Percayalah, ketika kita
mengkhianati sebuah persahabatan, maka tidak akan mendapatkan sahabat terbaik
lagi. Beri dukungan ketika sahabat kita sukses dan selalu mengagumi
prestasinya.
Ketika
ada konflik di antara persahabatan dapat diselesaikan dengan saling terbuka
satu sama lain. Memaafkan memang tidak gampang, tetapi memaklumi bahwa setiap
orang dapat membuat suatu kesalahan dan demi kebaikan dan menjaga persahabatan
agar tetap utuh itu lebih baik.
6. Hindari Penghinaan
Janganlah
pernah melakukan hal-hal yang bersifat merendahkan, ejekan, dan penghinaan
dalam bentuk apapun terhadap orang lain, baik tentang kepribadiannya, postur
tubuhnya, kemampuannya dan keadaan sosialnya. Hal ini akan menimbulkan perasaan
sakit hati dan dendam terhadap seseorang. Karena terkadang kita secara tidak
langsung kita suka meghina orang lain.
7. Hindari
Ikut Campur Urusan Pribadi
Hindari
ikut campur urusan pribadi orang lain yang tidak ada manfaatnya bagi kita..
Karena bila kita terlibat melakukannya, yang muncul hanyalah ketidaksukaan di
salah satu pihak. Karena tidak semua orang ingin masalah pribadi nya dicampur
tangankan dengan orang lain. Jangan sekali-kali ikut campur masalah orang lain
karena akan membuat orang lain merasa tidak
nyaman dengan kita.
8. Hindari Memotong Pembicaraan
Janganlah
suka memotong pembicaraan orang lain, jika hal ini dilakukan dalam bergaul akan
berkembang menjadi ketidaksukaan bahkan kebencian dapat bersarang ditubuh
seseorang. Karena betapa tidak enaknya bila kita sedang bicara kemudian
tiba-tiba dipotong dan disangkal oleh orang lain. Jika hanya sekali atau dua
kali mungkin orang lain masih dapat memaklumi hal itu tetapi jika kita sering
melakukannya, memotong pembicaraan orang lain akan berakibat buruk juga
terhadap pertemanan kita sendiri.
9. Hindari
Membanding-bandingkan
Sedikitpun
jangan sekali-kali secara sengaja membanding-bandingkan orang lain, baik itu
berupa jasa, kebaikan penampilan, perbuatan, harta dan sebagainya apalagi
terhadap teman sebaya kalian. Karena jika orang tersebut mendengar bahwa kita
sedang membanding-bandingkan diri nya dan orang lain akan menyebabkan dia
merasa dirinya tidak berharga, merasa rendah diri atau sampai terhina.
10. Jangan
membela musuhnya dan mencaci kawannya.
Setiap
orang mempunyai kawan yang disukai maupun yang dibenci. Bila membela musuhnya,
maka kita akan bergabung dengan musuhnya. Sedangkan apabila kita membenci
kawannya maka kita akan dianggap sedang mencaci dirinya. Karena orang itupun
akan merasa terhina bila temannya dihina. Sebaiknya bersikaplah netral untuk
kebaikan semua pihak. Sementara itu, dalam bergaul seharusnya kita
prioritaskan adalah memperbanyak kawan bukan lawan. Menjadi orang yang netral
bisa berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan siapa orang lain itu ataupun
bagaimana sifat orang lain itu akan membuat diri kita jauh lebih banyak
mempunyai teman dari pada orang lain yang memilih-milih teman.
11. Hindari
Merusak Kebahagiaan
Bila
seseorang tengah suka cita, gembira dan bahagia jangan sekali-kali kita
melakukan tindakan yang merusak kebahagiaan atau kegembiraannya saat itu juga. Cobalah
kita ikut untuk meraskaan bagaimana kebahagiaan yang dia rasakan karena itu
akan membuat orang lain yang sedang berbahagia menjadi lebih dihargai terhadap
temannya sendiri
12. Jangan
Mengungkit masa Lalunya
Janganlah
pernah kita mengungkit kesalahan, aib atau kekurangan yang sedang berusaha
ditutup-tutupi. Siapa tahu kelemahan di masa lalu sudah terhapus dengan ia
bertaubat. Belajarlah untuk selalu bersama-sama memulai lembaran baru yang
lebih putih, bersih dan bersemangat untuk mengisi lembaran tersebut dengan
kebaikan demi kebaikan. Karena dengan mengungkit masa lalu nya hanya akan
membuat orang lain merasa terpojok atau bahkan malu di hadapan orang lain. Dan itu
akan berakibat fatal terhadap pertemanan kalian.
13. Hati-hati
dengan amarah
Kemarahan
yang tak terkendali dapat menghasilkan kata dan perilaku yang keji, yang akan
melukai perasaan orang lain. Hal ini tentunya dapat merusak atau menghancurkan
hubungan baik di lingkungan manapun.
14. Hindari
Menertawakan Orang lain.
Sebagian
besar sikap menertawakan muncul karena menyaksikan kekurangan orang lain.
Sikap, penampilan dan wajah terkadang membuat sebagian orang tertawa karena
terlihat lucu dimata mereka. Ingatlah tertawa yang tidak pada tempatnya akan
mengundang rasa sakit hati dan merasa terhina. Walaupun kita menertawakan teman
sebaya kita tetapi jika tertawa dengan berlebihan sama saja secara tidak
langsung kita sudah menghina mereka. Dan itu bisa membuat orang lain merasa
tersinggung dengan kita.
2.3.Diantara
beberapa unsur etika yang perlu diperhatikan dalam pergaulan dengan teman
sebaya itu, adalah:
-
Pilihan teman yang berakhlak baik.
-
Bertemanlah dengan yang memiliki
semangat belajar yang tinggi.
-
Kembangkanlah sikap saling membantu, dan
memberi saran, dalam kelompok pertemanan anda.
-
Kembangkanlah sikap saling menghormati,
dan menghargai diantara kelompok pertemanan anda.
-
Jadikanlah sikap solidaritas semua
(buta) di antara teman, seperti solidaritas terhadap teman yang melakukan
tawuran.
-
Hindarkan pola perilaku yang melanggar
norma agama (tidak normal).
-
Jadikanlah kelompok anda itu sebagai
wahana untuk belajar bersama, seperti mendiskusikan pelajaran, tugas-tugas,
atau pemecahan masalah-masalah yang dihadapi, baik oleh pribadi masing-masing,
maupun oleh bersama.
Manusia
dituntut untuk saling berhubungan, mengenal dan membantu. Karena manusia adalah
makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan orang lain dalam banyak hal. Manusia
tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan dari orang lain disekitar kita. Itulah
mengapa kita perlu memperhatikan etika dalam bergaul dengan teman sebaya.
Tetapi
bukan hanya dengan teman sebaya, kita juga perlu memperhatikan etika kita
terhadap orang yang lebih tua dari kita seperti contoh nya guru atau orang tua
dan orang yang lebih muda dari kita contoh nya adik kita. Karena kita harus
bisa membedakan etika kita dengan siapa kita bergaul. Kita harus bisa menempatkan
diri kita sendiri. Agar tingkah laku kita diterima dan disenangi oleh siapa
saja yang bergaul dengan kita.
BAB 3
v Kesimpulan
Dari
apa yang telah kita bahas dalam makalah ini dapat diambil kesimpulan bahwa
etika dalam bergaul dengan teman sebaya ataupun dengan orang yang lebih tua dan
lebih muda dari kita sangat-sangat harus diperhatikan. Kita harus bisa
menempatkan diri, menempatkan etika kita dengan siapa kita bergaul terlebih
dengan teman sebaya. Karena kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman
sebaya kita contoh nya saja jika sedang berada disekolah atau dikampus yang
memang mayoritas nya adalah teman sebaya kita.
Jika
kita dapat menempatkan bagaimana kita bergaul dengan orang lain disekitar kita
itu dapat memberikan dampak yang positif tentunya bagi diri kita sendiri karena
dengan begitu kita dapat memiliki banyak teman dan disukai oleh siapapun yang
bergaul dengan kita. Setiap orang pasti ingin memiliki banyak teman bukan? Oleh
karena itu belajarlah untuk memperhatikan etika kita mulai dari sekarang,
dengan siapa kita bergaul. Etika memang sangat diperlukan karena etika kita
dalam bergaul mencerminkan bagaimana diri kita yang sebenarnya.
v Daftar
Pustaka
http://belajarpsikologi.com/tata-krama-dalam-bergaul/
http://belajarpsikologi.com/memelihara-etika-pergaulan/
http://belajarpsikologi.com/memelihara-etika-pergaulan/
Yusuf,
Syamsu.2009.Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah.Bandung :RIZKI press.
Nurihsan,
Juntika.2003.Materi Bimbingan dan Konseling.Bandung:Mutiara