* CPU ( Central Processing Unit )
merupakan perangkat keras computer yang memiliki fungsi untuk menerima dan
melaksanakan perintah dan data dari perangat lunak. CPU merupakan otak dari
computer. Tanpa adanya CPU, maka computer tidak akan berfungsi sebagai
mestinya. CPU memiliki fungsi untuk menjalankan program yang telah disimpan
dalam memori utama, dengan cara mengambil intruksi kemudian menguji intruksi
dan mengeksekusinya sesuai alur perintah.
Fungsi CPU :
- CPU akan mengatur dan mengendalikan alat-alat input output.
- CPU mampu mengambil intruksi-intruksi dari memori utama
- CPU akan mengambil data dari memori utama untuk di proses
- CPU akan mengirimkan intruksi ke ALU jika ada perhitungan aritmatika.
- CPU akan mengawasi kerja dari ALU .
- CPU akan menyimpan hasil proses ke memori utama.
* BUS Sistem
Sistem bus atau bus system dalam arsitektur
komputer merujuk pada bus yang digunakan oleh sistem komputer untuk
menghubungkan semua komponennya dalam menjalankan tugasnya. Sebuah bus adalah
sebutan untuk jalur di mana data dapat mengalir dalam komputer. Jalur –jalur
ini digunakan untuk komunikasi dan dapat dibuat antara dua elemen atau lebih.
Data atau program yang tersimpan dalam memori dapat diakses dan dieksekusi oleh
CPU melalui perantara sistem bus.
Pengertian bus adalah bagian dari sistem
komputer yang berfungsi untuk memindahkan data antar bagian- bagian d lam
sistem komputer. Data dipindahkan dari piranti masukan ke CPU, CPU ke memori,
atau dari memori ke piranti keluaran. Bus meruppakan jalur komunikasi yang
dibagi pemakai suatu set kabel tunggal yang digunakan untuk menghubungkan
berbagai subsistem. Sistem bus adalah sebuah bus yang menghubungkan
komponen-komponen utama komputer (CPU, Memori, I/O). Sistem bus adalah
penghubung bagi keseluruhan komponen komputer dalam menjalankan tugasnya.
A.
Bus
Sistem dapat dibedakan atas :
1. Data Bus ( Saluran Data )
2. Address Bus ( Saluran Alamat )
3. Control Bus ( Saluran Kendali )
B. Jenis-jenis Sistem BUS
Saluran bus dapat dipisahkan menjadi
dua tipe umum, yaitu dedicated dan multiplexed. Suatu saluran bus dedicated
secara permanen diberi sebuah fungsi atau subset fisik komponen- komponen
komputer. Sebagai contoh dedikasi fungsi adalah penggunaan alamat dedicated
terpisah dan saluran data yang merupakan suatu hal yang umum bagi bus. Namun,
hal ini bukanlah hal yang penting. Misalnya, alamat dan informasi data dapat
ditransmisikan melalui sejumlah saluran yang sama dengan mengggunakan saluran
address valid control.
C. Struktur sistem bus
·
Data
bus ( Saluran Data )
Saluran data memberikan lintasan bagi perpindahan data
antara dua modul sistem. Saluran ini secara kolektif disebut bus data. Umunya
bus data terdiri dari 8, 16, 32 saluran.
·
Address
Bus ( Saluran Alamat )
1. Saluran alamat digunakan untuk
menandakan sumber atau tujuan data pada bus data. Misalnya , bila CPU akan
membaca sebuah word dat adari memroi, maka CPU akan menaruh alamt word yang
dimaksud pada saluran alamat
2. Digunakan untuk mengirinkan alamat word pada memori yang
akan diakses CPU.
3. Digunakan untuk saluran alamat
perangkat modul komputer saat CPU mengakses suatu modul.
4. Semua peralatan yang terhubung dengan sistem komputer, agar
dapat diakses harus memiliki alamat
Contoh : mengakses port I/O, maka port I/O harus memiliki
alamat hardwarenya.
·
Control
Bus ( Saluran Control )
Saluran kontrol digunakan untuk mengontrol akses ke saluran
alamat dan penggunaan data. Karena data dan saluran alamat dipakai bersama oleh
seluruh komponen, maka harus ada alat unruk mengintrol penggunaanya.
Berikut ini dalah fingsi-fungsi yang terdapat pada control
bus ( saluran control ):
1. Digunkan untuk menspesifikasi sumber
dan tujuan data pada bus data.
2. Digunakan untuk mengirim alamat word
pada memori yang akan diakses CPU.
3. Digunakan untuk saluran almat
perangkat modul komputer saat CPU mengakses suatu modul.
4. Semua peralatan yang terhubung dengan sistem komputer, agak
dapat diakses harus memiliki alamat. Contoh : mengakses port I/O, maka port I/O
harus memiliki alamt hardware-nya.
Di sistem komputer berbasis
mikroprosesor, terdapat 3 jalur yang menjadi tempat mengalirnya proses.
1. Bus Data yang berfungsi mengalirkan
data dari/ke mikroprosesor
2. Bus Alamat/ Address yang berfungsi
mengalamati suatu proses dari/ke memori atau I/O
3. Bus Kontrol yang berfungsi mengatur
intruksi yang terjadi dari/ ke mikroprosesor.
http://simuk-warrior.blogspot.co.id/2015/06/pengertian-bus-system-sistem-bus.html
* ALU
ALU atau yang biasa disebut dengan Arithmetic Logical Unit adalah suatu komponen dalam sistem komputer yang memiliki berfungsi melakukan operasi perhitungan aritmatika dan logika :Contoh operasi aritmatika adalah operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah logika AND dan OR. ALU bekerja besama-sama memori, di mana hasil dari perhitungan di dalamALU di simpan ke dalam memori
ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean, yang masing – masing memiliki spesifikasi dan tugas tersendiri. Fungsi-fungsi yang didefinisikan pada ALU adalah Add (penjumlahan), Addu (penjumlahan tidak bertanda), Sub (pengurangan), Subu(pengurangan tidak bertanda), and, or,xor, sll (shift left logical), srl (shift right logical), sra (shift right arithmetic), dan lain-lain.
Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakan sistem bilangan biner (two’s complement). ALU mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU.
Fungsi ALU (Arithmetic Logical Unit) adalah untuk melakukan suatu proses data yang berbentuk angka dan logika, seperti data matematika dan statistika. ALU terdiri dari register-register untuk menyimpan informasi. Tugas utama dari ALU adalah melakukan perhitungan aritmatika (matematika) dan melakukan keputusan dari operasi sesuai dengan instruksi program yaitu operasi logika (logical operation). Sirkuit yang digunakan oleh ALU ini disebut dengana dder karena Adder digunakan untuk memproses operasi aritmetika, maka Adder juga sering disebut rangkaian kombinasional aritmetika. Ada 3 jenis Adder yaitu:
- Rangkaian Adder yang hanya menjumlahkan dua bit disebut Half Adder.
- Rangkaian Adder yang menjumlahkan tiga bit disebut Full Adder.
- Rangkaian Adder yang menjumlahkan banyak bit disebut paralel Adder.
untuk saat ini, ALU dapat mengerjakan bilangan floating point atau bilangan berkoma, tentu saja dipresentasikan dengan bentuk bilangan biner. ALU mendapatkan data (operand, operator, dan instruksi) yang akan disimpan dalam register. Kemudian data tersebut diolah dengan aturan dan sistem tertentu berdasarkan perintah control unit. Setelah proses ALU dikerjakan, output akan disimpan dalam register yang dapat berupa sebuah data atau sebuah instruksi. Selain itu, bentuk output yang dihasilkan oleh ALU berupa flag signal. Flag signal ini adalah penanda status dari sebuah CPU.
Bilangan integer (bulat) tidak dikenal oleh komputer dengan basis 10. Agar komputer mengenal bilangan integer, maka para ahli komputer mengkonversi basis 10 menjadi basis 2. Seperti kita ketahui, bahwa bilangan berbasis 2 hanya terdiri atas 1 dan 0. Angka 1 dan 0 melambangkan bahwa 1 menyatakan adanya arus listrik dan 0 tidak ada arus listrik. Namun, untuk bilangan negatif, computer tidak mengenal simbol (-). Komputer hanya mengenal simbol 1 dan 0. Untuk mengenali bilangan negatif, maka digunakan suatu metode yang disebut dengan Sign Magnitude Representation. Metode ini menggunakan simbol 1 pada bagian paling kiri (most significant) bit. Jika terdapat angka 18 = (00010010)b, maka -18 adalah (10010010)b. Akan tetapi, penggunaan sign-magnitude memiliki 2 kelemahan. Yang pertama adalah terdaptnya -0 pada sign magnitude[0=(00000000)b; -0=(10000000)b]. Seperti kita ketahui, angka 0 tidak memiliki nilai negatif sehingga secara logika, sign-magnitude tidak dapat melakukan perhitungan aritmatika secara matematis.
Yang kedua adalah, tidak adanya alat atau software satupun yang dapat mendeteksi suatu bit bernilai satu atau nol karena sangat sulit untuk membuat alat seperti itu. Oleh karena itu, penggunaan sign magnitude pada bilangan negatif tidak digunakan, akan tetapi diganti dengan metode 2′s complement. Metode 2′s complement adalah metode yang digunakan untuk merepresentasikan bilangan negatif pada komputer.
Cara yang digunakan adalah dengan
nilai terbesar dari biner dikurangin dengan nilai yang ingin dicari negatifnya.
Contohnya ketika ingin mencari nilai -18, maka lakukan cara berikut:
1. ubah angka 18 menjadi biner (00010010)b
2. karena biner tersebut terdiri dari 8 bit, maka nilai
maksimumnya adalah 11111111
3. kurangkan nilai maksimum dengan biner 18 -> 11111111 –
00010010 = 11101101
4. kemudian, dengan sentuhan terakhir, kita tambahkan satu ->
11101101 + 00000001
= 11101110
Dengan metode 2′s complement, kedua
masalah pada sign magnitude dapat diselesaikan dan komputer dapat menjalankan.
Namun, pada 2′s complement, nilai -128 pada biner 8 bit tidak ditemukan karena
akan terjadi irelevansi.
* Control Unit Kontrol unit adalah mesin yang terbatas untuk mengambil input IR, register status(register yang sebagian diisi oleh output status dari ALU), dan siklus utama. Aturannya di encodingkan pada logika acak, logika array yang dapat diprogram, dan ROM, serta beberapa output yang mengirim dari processor untuk setiap titik yang membutuhkan koordinasi dan arahan untuk unit kontrol. Sebagai contoh output yang diperlukan untuk bagian dari instruksi/path data.
Control unit mempunyai fungsi yang bervariasi. Pada prosesor biasa, unit kontrol berfungsi untuk mengeksekusi instruksi x86 sebagai bagian asli dari unit control yang bertugas melakukan tugas untuk mengambil, decoding, mengelola pelaksanaan dan kemudian menyimpan hasilnya. Pada prosesor x86 dengan inti RISC, unit kontrol bekerja lebih signifikan untuk melakukan penjabaran instruksi x86 ke instruksi mikro, mengelola penjadwalan instuksi mikro antara berbagai unit pelaksana, membuat output dari unit-unit untuk memastikan mereka berakhir dimana mereka harus pergi
http://haruman123.blogspot.co.id/2012/12/control-unit.html
Pengertian Register adalah sebagian
kecil memori komputer yang dipakai untuk tempat penampungan data dengan ketentuan
bahwa data yang terdapat dalam register dapat diproses dalam berbagai operasi
dengan melihat berapa besar kemampuan menampung register tersebut. Register tidak dapat dilepaskan
dari mikroprosessor, sebab pada mikroprosessor terdapat register yang berfungsi
untuk menyimpan sementara hasil dari tahapan operasi arithmetika dan logika
pada mikroprosessor.
A. Jenis-Jenis
Register
1. General
Purpose Register
2. Pointer
3. Index
Register
4. Register
Segment
5. Flag
Register
B. Pointer Register
Pointer Register untuk menunjukkan alamat
sebuah data di lokasi memori, dipakai saat operasi perpindahan data (dari/ke
memori), operasi stack (PUSH/POP) dan penunjukkan alamat suatu instruksi.
Berikut adalah macam-macam pointer register: SP (Stack Pointer) dan ESP, BP
(Base Pointer) dan IP (Instruction Pointer).
o
Register
SP (Stack Pointer, 16 bit)
Fungsi: Digunakan untuk operasi
stack seperti menyimpan alamat return saat memanggil subroutine. SP merupakan
register yang secara implisit digunakan oleh perintah PUSH dan POP yaitu
menyimpan dan mengambil kembali dari stack.
o
Register
BP (Base Pointer, 16 bit)
Fungsi: Sebagai penunjuk base
dalam stack yang disediakan untuk penyimpanan data. BP juga digunakan si dengan
bahasa pemrograman misalnya Assembler dan C.
o
Register
IP (Instruction Pointer, 16 bit)
Fungsi: Register yang
berpasangan dengan CS sebagai register utama untuk menunjukkan baris perintah
program. Pada saat program dijalankan, IP akan langsung menunjuk pada awal
program. Code Segment dan Instruction Pointer berfungsi sebagai program counter
ditulis dengan format CS:IP. Secara umum, kode mesin diletakkan di Code
Segment, semua data diletakkan di Data Segment, dan operasi PUSH dan POP
dilakukan di Stack Segment.
C. Index Register
Index
Register sama dengan pointer register, sering digunakan untuk menunjukkan
alamat sebuah data di lokasi memori pada operasi string. Macam-macam register
Index adalah : SI (Source Index), DI (Destination Index).
o
Register
SI dan DI (Source Index dan Destination index, 16 bit)
Fungsi:
Menyimpan nilai-nilai offset dalam segment data memori pada saat bersangkutan.
D. Segment Register
Segment
register membentuk alamat memori untuk data. Pada operasi real mode suatu
segment register akan berbeda dengan segment register pada operasi protected
mode. Yang termasuk ke dalam segment register antara lain :
·
Code segment -> untuk menunjukkan alamt
instruksi berikutnya, Mencatat segment dari kode program atau instruksi, register CS
berpasangan dengan register IP (Instruction Pointer) dalam format CS:IP.
·
Data segment -> untuk menunjukkan alamat
data pada transfer register, Menyimpan alamat dari segment dimana data terletak.
·
Extra segment -> register tambahan untuk
operasi string, Menyimpan alamat segment
tambahan, misalnya alamat display, alamat sistem operasi, dan sebagainya.
·
Stack segment -> dengan SP u/ menunjukkan
stack dan memanggil suatu prosedur (CALL) dan mengarah ke program utama (RET), Menyimpan alamat segment memori
yang dipergunakan sebagai stack.
·
FS dan GS register -> register
tambahan u/ segmen memori yang besar.
E. Flag Register
Flag
Register berfungsi untuk menunjukkan status (keadaan) sesaat dari
mikroprosessor. Bit-bit pada flag akan
mengalami perubahan, tergantung proses yang baru saja berlangsung. Adapun kode
bit yaitu sebagai berikut :
- C (carry) -> 1=ada carry out 0= tdk ada carry out
- P (Parity) -> 1=paritas genap 0= paritas ganjil
- A (auxxiliary carry) -> 1=ada carry 0=tdk ada carry
- Z (zero) -> 1=hasilnya nol 0=hasilnya bukan nol
- S (sign) -> 1=hasilnya negatif 0=hasilnya positif
- T (trap) -> bila diset 1 dimungkinkan melakukan debugging.
- I (interrupt) -> 1= pin INTR enable 0=pin INTR disable
- D (direction) -> 1=cacahan turun 0=cacahan naik
- (Overflow) -> menunjukkan adanya kelebihan kapasitas atau tidak
- IOPL (input-output privalege level) -> untuk protected mode
- NT (nested task) -> indikasi dari penggabungan dengan operasi lain.
- RF (resume) -> untuk debugging
- VF (Virtual mode) -> untuk operasi virtual pada protected mode
- AC (alignment check) -> untuk data word dialamati ke memori

